AuthorsDen.com   Join (Free!) | Login  

     Popular! Books, Stories, Articles, Poetry
   Services MarketPlace (Free to post!)
Where Authors and Readers come together!

SIGNED BOOKS    AUTHORS    eBOOKS new!     BOOKS    STORIES    ARTICLES    POETRY    BLOGS    NEWS    EVENTS    VIDEOS    GOLD    SUCCESS    TESTIMONIALS

Featured Authors:  Claire Power Murphy, HonDL, iJoan Huffman, iAnn Marquette, iC Schutter, iHarry and Elizabeth Lawrence, iBob Meade, iRoger Vizi, i

  Home > Cultures > Poetry
Popular: Books, Stories, Articles, Poetry     

Saut Situmorang

· Become a Fan
· Contact me
· Poetry
· Stories
· Messages
· 14 Titles
· 12 Reviews
· Save to My Library
· Share with Friends!
·
Member Since: Before 2003

Saut Situmorang, click here to update your pages on AuthorsDen.


Popular Poetry (Cultures)
  1.  Earth Day Blues
  2.  From the Mexican Border
  3.  Our Self-Centered Society
  4.  Planet in Peril



sajak orang orang buangan (Poem in Indonesian)
by Saut Situmorang

Monday, December 23, 2002

Share   Print  Save   Become a Fan

Recent poems by Saut Situmorang
•  Four haiku
•  horn-bill song
•  sleep cicak
•  kinda blue
•  Looking for Charles Bukowski in K Rd
           >> View all 13

orang orang buangan, laki laki & perempuan
terusir dari rumah rumah mereka
terusir dari kampung mereka
ke negeri asing di seberang hutan

sawah sawah yang kuning terlantar
seperti kain sutra kusut berlumpur
di bawah jemuran

tak ada lagi kerbau bertanduk
panjang di kubangan sawah
di kolam kolam di pinggir sungai
di tepi tepi kali yang dangkal

angin berhenti bertiup, matahari penuh
sepenuh hari yang tak kunjung berganti. batu batu
kerikil di tengah jalan, di pinggir jalan, berasap
& seekor belalang
yang kebetulan hinggap
di atasnya
menjerit memekik keras
& mati hangus
mengeluarkan asap
berbau mayat ke
langit yang penuh matahari. di sepanjang jalan yang
sepi manusia
berserak tak
teratur jejak jejak
sepatu tentara
di antara bekas bekas roda kendaraan

seperti tattoo melukai permukaan jalan

orang orang asing, tentara tentara asing, masuk ke negeri
ini subuh tadi waktu para penghuninya laki laki
& perempuan
tertidur nyenyak
seperti nyenyaknya tidur mereka di hari hari sebelumnya

subuh tadi sawah sawah
ladang ladang yang kuning
penuh embun penuh sinar bintang bintang penuh sinar
bulan purnama

belalang tadi belum mati
& masih sibuk bertengkar dengan seekor semut merah
tentang sisa sisa padi yang berserakan di sawah sawah
di ladang ladang sehabis panen nanti

yang mesti mereka simpan di liang liang tanah mereka
sebelum musim kering memusnahkan semuanya

tapi orang orang asing tentara tentara asing itu masuk
ke negeri ini bersama musim kering yang datang terlalu
pagi. terlalu pagi bagi nyenyak tidur penuh mimpi
terlalu pagi bagi belalang yang sibuk bernyanyi

waktu ayam berkokok tiga kali
tentara tentara asing itu mulai menembaki rumah rumah
menembaki sawah sawah menembaki embun embun di sawah sawah menembaki bintang bintang menembaki bulan yang purnama menembaki kerbau kerbau menembaki ayam ayam yang cuma mampu berkokok tiga kali

semut yang cerdik cepat cepat masuk ke liangnya &
tak keluar keluar lagi. tapi orang orang yang terkutuk
tidurnya itu yang terkutuk mimpinya itu tak bisa tidur lagi
tak bisa mimpi lagi & mereka laki laki & perempuan diikat hidungnya & diseret seperti kerbau ke seberang hutan sana

sedangkan si belalang sial tadi tak pernah mengerti
apa yang sebenarnya telah terjadi

Want to review or comment on this poem?
Click here to login!


Need a FREE Reader Membership?
Click here for your Membership!


Reviewed by Arlin Joy 4/14/2003
sajak orang orang buangan (Poem in Indonesian)
by Saut Situmorang
Monday, December 23, 2002
http://www.authorsden.com/visit/viewpoetry.asp?AuthorID=12083&id=40046

- ORIGINAL
+ KOMEN

- orang orang buangan, laki laki & perempuan
terusir dari rumah rumah mereka
terusir dari kampung mereka
ke negeri asing di seberang hutan

+ Yes, ever heard of punctuation? Oh it's a poem....well won't you make it a little easier for us, HUMBLE READERS NON-POET PEOPLE.

- sawah sawah yang kuning terlantar
(tak perlu pakai 'yang' sejak EYD berlaku)

- seperti kain sutra kusut berlumpur
(tak perlu pakai kata 'kain', semua juga tahu SUTRA itu kain, masa kondom)

- di bawah jemuran

+ You quite suck on this verse. You really do.
This is like the work of Rendra....THE GENERIC VERSION.
Oh it makes me laugh at myself.

I get the idea, sawah kuning, sutera, lumpur...
Tapi kain sutra kusut berlumpur di bawah jemuran?
Kinda long way to go. Agak maksain. WHAT IS UP WITH JEMURAN? Let me guess, you get this aimage after watching RAMBO, or worse, TOUR OF DUTY....I see a red door and I want it painted black?

This is what I would have read, it may not be perfect, just a humble writing of a humble non-poet readers born with no such luxury as yours.

"sawah kering,
menguning,
terlantar,
menghampar,

bak sutra kusut berbalut lumpur
di sisi dinding berlumut,
terkapar,
hambar"

Kenapa kepikiran 'DI BAWAH JEMURAN'?
For Christ sake, MATE.

- tak ada lagi kerbau bertanduk
panjang di kubangan sawah

+ Yang panjang di kubangan sawah itu kerbaunya atau tanduknya?
Tak ada lagi kerbau bertanduk panjang, di kubangan sawah
atau
Tak ada lagi kerbau bertanduk, panjang di kubangan sawah

- di kolam kolam di pinggir sungai
di tepi tepi kali yang dangkal

+ Kalau menurut EYD tidak perlu pakai 'YANG', boros dan tidak ada gunanya.

SUNGAI atau KALI? Keduanya sama, just make up your mind. Oh menurutmu beda? Cek KBBI lagi.

- angin berhenti bertiup, matahari penuh
(koma?) sepenuh hari yang tak kunjung berganti.

- batu batu (BEBATUAN?)
kerikil di tengah jalan, di pinggir jalan, berasap

+ Kerikil berasap, okay I get your point.

- seekor belalang
yang kebetulan hinggap
di atasnya

+ Di atas kerikil yang di pinggir jalan atau yang di tengah jalan?

- menjerit memekik keras
& mati hangus
mengeluarkan asap
berbau mayat ke
langit yang penuh matahari.

+ Menjerit dan memekik artinya SAMA.
Menjerit dan Memekik juga sudah pasti KERAS.
Jadi kalimat "Menjerit memekik keras" adalah ABSURD, boros, dan tidak ada gunanya.
Lalu seekor belalang terbakar dan mengeluarkan bau mayat, seberapa besar belalang ini?

"seekor belalang
menapak bebatuan jalang,
seketika memekik,
sebelum hangus dalam asap,
sengit bau gosong tubuhnya
merayap ke langit terik di atas sana."

- di sepanjang jalan yang
sepi manusia

+ Okay deh.

- berserak tak
teratur jejak jejak
sepatu tentara
di antara bekas bekas roda kendaraan

+ Kalau sudah BERSERAK pasti TIDAK TERATUR.
'Berserak tidak terartur' itu absurd, boros, tidak ada gunanya dan membuat kebingunganaa yang sebenarnya tidak perlu.

- seperti tattoo melukai permukaan jalan

+ Seperti tattoo mencarut wajah jalan
Buruk yah? Yah iyalah, kami kan hanya seorang NON-POET sementara kau dengan prestasi luar negeri mu.

- orang orang asing, tentara tentara asing, masuk ke negeri
ini subuh tadi waktu para penghuninya laki laki
& perempuan
tertidur nyenyak
seperti nyenyaknya (SE-NYENYAK) tidur mereka di hari hari sebelumnya

+ Have mercy, use punctuation if necessary.

- subuh tadi sawah sawah
ladang ladang yang kuning

+ Sawah atau ladang atau sawah dan ladang? Di atas hanya ditulis sawah. Secara sistem pengairan dan hasil produksi sawah berbeda dengan ladang.

- penuh embun penuh sinar bintang bintang penuh sinar
bulan purnama

+ Kronologisnya sekarang pagi, siang, atau malam?

- belalang tadi belum mati

+ TAPI BUKANKAN BELALANG ITU TELAH HANGUS TERBAKAR?

"menjerit memekik keras
& mati hangus
mengeluarkan asap
berbau mayat ke
langit yang penuh matahari."

DID YOU LIE, SHORT MEMORY LOSS, OR WHAT?

- masih sibuk bertengkar dengan seekor semut merah
tentang sisa sisa padi yang berserakan di sawah sawah
di ladang ladang sehabis panen nanti

+ Anda menulis BELALANG DAN SEMUT BERTENGKAR BEREBUT PADI. Tetapi selanjutnya tidak di tulis dengan wawasan SATU BELALANG dan SATU SEMUT, karena disebutkan mereka berebut padi yang berserak di sawah-sawah dan ladang-ladang. Belalang dan semut binatang kecil, kalaupun mereka bertengkar memperebutkan padi, tidak akan sampai melewati sawah-sawah dan ladang-ladang.

Bila ini perumpamaan, adjustlah dengan lebih baika agara sedikit masuk akal dan tidak terkesan....HOT AIR, HOT AIR, HOT AIR, bag of nonse

- yang mesti mereka simpan di liang liang tanah mereka
sebelum musim kering memusnahkan semuanya

+ God. Whatever.

- tapi orang orang asing tentara tentara asing itu masuk
ke negeri ini bersama musim kering yang datang terlalu
pagi.

+ Tuhan berilah aku kekuatan amenahan absurditas tulisan ini sampai selesai aku membacanya.

- terlalu pagi bagi nyenyak tidur penuh mimpi
terlalu pagi bagi belalang yang sibuk bernyanyi

+ I am too tired to point out your absurdity.

- waktu ayam berkokok tiga kali
tentara tentara asing itu mulai menembaki rumah rumah
menembaki sawah sawah menembaki embun embun di sawah sawah menembaki bintang bintang menembaki bulan yang purnama menembaki kerbau kerbau menembaki ayam ayam yang cuma mampu berkokok tiga kali

+ Talk about a case of a 'long train running', make that a runaway train,
or a runaway drunken washed-out big fat bald train with a bag of hot air as its engine.

- semut yang cerdik cepat cepat masuk ke liangnya &
tak keluar keluar lagi.

+ So plain.
"Semut cerdik bersembunyi di dalam liangnya, sekali untuk selamanya" or whatever, you're the POET.

- tapi orang orang yang terkutuk
tidurnya itu yang terkutuk mimpinya itu tak bisa tidur lagi
tak bisa mimpi lagi & mereka laki laki & perempuan diikat hidungnya & diseret seperti kerbau ke seberang hutan sana

+ Di awal tulisanmu kau katakan mereka telah lari ke sebaerang hutan sana. Lalu kau katakan mereka tengah tidur. Lalu sekarang kau katakan mereka di bawa ke balik hutan sana, ke negeri asing di seberang hutan.

Mereka diusir dari kampung mereka ke negeri lain?

KENAPA?

- sedangkan si belalang sial tadi tak pernah mengerti
apa yang sebenarnya telah terjadi

+ Mau tahu sesuatu. Aku juga sial, tidak pernah mengerti aapa yagn terjadi atau apa yang ada dibenakmu ketika kau tulis ini. Ini kisah sama layaknya dengan kisah para penulis ternama.....VERSI GENERIKNYA.

Arlin.
Reviewed by Janet Caldwell 12/23/2002
Everyone should be able to 'speak' or 'write' in their native tongue. Good for you. JC xoxoxoxo
Authors alphabetically: A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Featured Authors | New to AuthorsDen? | Add AuthorsDen to your Site
Share AD with your friends | Need Help? | About us


Problem with this page?   Report it to AuthorsDen
AuthorsDen, Inc. All rights reserved.