Merdeka (Freedom) Square explores an exotic, shadowy world, mixing undoubted fact and exciting fiction in an intoxicating form that will fascinate readers both Asian and European.
MERDEKA SQUARE
Indonesia - Intrik Perebutan Takhta Istana, 1965-1967
English and Indonesian
MERDEKA SQUARE
“Bagaimana kalau kita memanfaatkan tanggal Lima Oktober?” Saran Yani, ketika Dewan Jenderal mengadakan rapat until melakukan perlawanan terhadap Komunis pada 5 Oktober.
“…kita harus melangsungkan gerakan sebelum 5 Oktober…dan menangkap (anggota) Dewan itu pada hari Kermerdekan Cina,”kata Soebandrio, ketika mereka (Aidit, Soebandrio dan Omar Dhanai) membahkas rencana until menghalangi rencana Nasution mengambil alih Negara.
Peristiwa 1965 merupakan puncak dari segala pertarungan ideologis. Skenario-skenario politik pelbagai pihak dimainkan seperti kisah “Bharatayudha”. Akibat konflik ini rakyat sipil yang tidak tahu apa-apa menjadi korban, layaknya wayang, yang siap “dikorbankan” oleh dalangnya.
MERDEKA SQUARE ditulis berdasarkan penelitian atas fakta-fakta sejarah serta ingatan pribadi Kerry B. Collison selama bertugas di Jakarta. Memaparkan tentang pertarungan dua kubu, Angkatan Darat dan PKI yang klimaks pada 30 September 1965. Bagainman kisah selanjutnya? Dan siapakah pemenang konflik perebutan kukasa ini?
Reviewers praised Kerry Collison's best-selling first novel, The Timor Man '...hard to put down...' The Canberra Times'...certainly a powerful doomsday thriller...'
Australian Book Review'...inspired by his long experience...intriguing plot...vivid descriptions'. The Sydney Morning Herald '...a compelling story...'
Tense, intelligent and gripping, Freedom Square presents a rich portrayal of the terrifying crisis which brought General Suharto to power. Jakarta in 1965, and the turmoil of the last days of the Sukarno Government
Merdeka (Freedom) Square explores an exotic, shadowy world, mixing undoubted fact and exciting fiction in an intoxicating form that will fascinate readers both Asian and European.
Excerpt
MERDEKA SQUARE
“Bagaimana kalau kita memanfaatkan tanggal Lima Oktober?” Saran Yani, ketika Dewan Jenderal mengadakan rapat until melakukan perlawanan terhadap Komunis pada 5 Oktober.
“…kita harus melangsungkan gerakan sebelum 5 Oktober…dan menangkap (anggota) Dewan itu pada hari Kermerdekan Cina,”kata Soebandrio, ketika mereka (Aidit, Soebandrio dan Omar Dhanai) membahkas rencana until menghalangi rencana Nasution mengambil alih Negara.
Peristiwa 1965 merupakan puncak dari segala pertarungan ideologis. Skenario-skenario politik pelbagai pihak dimainkan seperti kisah “Bharatayudha”. Akibat konflik ini rakyat sipil yang tidak tahu apa-apa menjadi korban, layaknya wayang, yang siap “dikorbankan” oleh dalangnya.
MERDEKA SQUARE ditulis berdasarkan penelitian atas fakta-fakta sejarah serta ingatan pribadi Kerry B. Collison selama bertugas di Jakarta. Memaparkan tentang pertarungan dua kubu, Angkatan Darat dan PKI yang klimaks pada 30 September 1965. Bagainman kisah selanjutnya? Dan siapakah pemenang konflik perebutan kukasa ini?
Professional Reviews
Indonesia's Dark History
Indonesia - Intrik Perebutan Takhta Istana, 1965-1967
"Bagaimana kalau kita memanfaatkan tanggal Lima Oktober?" Saran Yani, ketika Dewan Jenderal mengadakan rapat untuk melakukan perlawanan terhadap Komunis pada 5 Oktober.
"...kita harus melangsungkan gerakan sebelum 5 Oktoberodan menangkap (anggota) Dewan itu pada hari Kermerdekan Cina," kata Soebandrio, ketika mereka (Aidit, Soebandrio dan Omar Dhanai) membahas rencana untuk menghalangi rencana Nasution mengambil alih Negara.
Peristiwa 1965 merupakan puncak dari segala pertarungan ideologis. Skenario-skenario politik pelbagai pihak dimainkan seperti kisah "Bharatayudha". Akibat konflik ini rakyat sipil yang tidak tahu apa-apa menjadi korban, layaknya wayang, yang siap "dikorbankan" oleh dalangnya.
MERDEKA SQUARE ditulis berdasarkan penelitian atas fakta-fakta sejarah serta ingatan pribadi Kerry B. Collison selama bertugas di Jakarta. Memaparkan tentang pertarungan dua kubu, Angkatan Darat dan PKI yang klimaks pada 30 September 1965. Bagainman kisah selanjutnya? Dan siapakah pemenang konflik perebutan kukasa ini?
Reviewers praised Kerry Collison's bestselling first novel, Timor Man.
"... hard to put down..." The Canberra Times
"... certainly a powerful doomsday thriller..." Australian Book Review
"... inspired by his long experience... intriguing plot... vivid descriptions." Sydney Morning Herald
________________________________________Buy this ebook from:
________________________________________
A novel about a family during World War II, set on the homefront in Springield, Mass., and in the South Pacific. The book focuses on four characters and how their lives were affected and changed during the war years.
A novel about a family during World War II, set on the homefront in Springield, Mass., and in the South Pacific. The book focuses on four characters and how their lives were affected and changed during the war years.